Jumat, 28 Juni 2013

Rantau 1 Muara

Akhirnya selesai juga Rantau 1 Muara karangan Ahmad Fuadi. Bukunya orang Indonesia, harus di review pakai Bahasa Indonesia juga ya. Rantau 1 Muara adalah buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara.
Buku pertamanya, Negeri 5 Menara mengisahkan tentang kehidupan Alif, anak Minang yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Madani. Bukunya sudah diangkat ke layar lebar. Filmnya juga bagus, tidak ecek-ecek lah.
Bukunya yang kedua berjudul Ranah 3 Warna. Mengisahkan Alif saat tinggal di Kanada.
Dan yang terakhir Rantau 1 Muara, Alif mendapat beasiswa ke George Washington University dan mendapat pekerjaan di sana.




Di awal cerita Alif baru saja kembali dari Kanada. Sempat Ia menuntut ilmu ke Singapura selama setahun. Ia kesulitan uang bahkan sampai berurusan dengan preman penagih kredit. Kesana kemari Alif mencari kerja namun tidak didapatkannya. Alif lulus di saat yang salah, di akhir 90'an. 


Man saara ala darbi washala; 
Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan.

Teringatlah Alif pada pesan Kiai Rais dulu. Ikuti jalan yang sama, tekuni itu sampai bertahun-tahun, niscaya akan sukses. Namun jalan apa yang Alif harus ambil? Dia jebolan HI UNPAD, haruskah ia jadi diplomat? Namun 1 hal yang selalu ia tekuni sedari kecil ; menulis. Segeralah Alif melayangkan lamaran kerja ke kantor majalah atau koran. Seringkali ia mendapat penolakan, tetapi tekadnya bulat. Akhirnya Alif diterima di majalah Derap, majalah yang mengutamakan kebenaran dan kejujuran.
Alif bekerja di Jakarta menjadi seorang wartawan. Tetap saja keuangannya seret. Ia terpaksa tinggal di kantor untuk menghemat uang kos.
Di kantor inilah Alif bertemu Dinara, wartawan baru dengan mata cemerlang. Alif langsung jatuh hati saat melihat Dinara di ruang tunggu kantor. Usut punya usut, Dinara adalah sahabat Raisa, gadis yang sempat disukai Alif saat ia tinggal di Kanada.
Suatu hari, Randai, sahabat sekaligus saingannya, menanyakan kabar beasiswanya ke Amerika. Alif terbakar semangatnya, bertekad untuk menunjukkan pada Randai bahwa Ia bisa bersekolah di Amerika.
Dibantu Dinara dan Pasus, Alif berhasil mendapatkan beasiswa Fullbright dan bersekolah di GWU.
Di Washington DC ia bertemu dengan Mas Garuda, orang Indonesia yang memiliki pekerjaan bermacam-macam di Amerika. Ia tinggal dengan ilegal di DC. Mas Garuda merantau jauh-jauh ke Amerika untuk menabung demi keluarganya dan calon istrinya di Indonesia. Beliau sangat baik kepada Alif karena ALif mengingatkannya pada Danang, adiknya yang meninggal karena kanker paru-paru.

Dari Amerika, Alif mendapat persetujuan dari Dinara untuk meminangnya. Dia juga berhasil mendapatkan restu orang tua Dinara via Calling Card jebolan Chinatown. Alif memboyong Dinara ke Washington DC.

Alif dan Dinara mendapatkan pekerjaan di ABN Washington DC. Mereka disebut Dynamic Duo, karena semangat mereka mencari berita yang unik. Dinara dan Alif bahagia, pendapatan mereka stabil, tidak lagi seret uang, Namun, inikah yang mereka cari?

Pada kejadian 9/11, Mas Garuda berada di NYC, sangat dekat dengan WTC. Alif dan Dinara mencari Mas Garuda kemana-mana, namun yang tersisa darinya hanyalah syal batik Mas Garuda.

Alif hancur, berharap Mas Garuda masih hidup, namun tidak ada kabar karena Mas Garuda adalah imigran gelap.

Di akhir cerita Alif dan Dinara kembali ke Indonesia. Tempat di mana mereka bisa jadi manusia yang bermanfaat. Berdua, mereka menjadi special representative ABN di Jakarta. Kerja di Indonesia, Gaji Amerika. Apa lagi yang mau diminta?



Rantau 1 Muara menginspirasi sekali. Kalau kamu mau, tekuni, dan kamu akan mendapatkan. Siapa yang menabur, dia yang menuai. Walaupun novel ini bernuansa islami, namun saya yang bukan Islampun merasa tergugah. Dalam agama, Alif dikuatkan untuk menjawab berbagai tantangan hidup.
Hidup itu memang untuk merantau. Suatu hari saya akan merantau, mencari ilmu baru, menjelajahi dunia.

Buku ini membuat saya bertanya satu hal pada diri saya sendiri,

Jalan mana yang mau kamu tekuni?

Minggu, 09 Juni 2013

Freedom

Now i'm single and it doesn't feel bad. You can be close to everyone without hurting someone.
But when your heart already owned by someone, it doesn't matter that you're single, you can't look at someone else other than him.

No one owns my heart. So basicly nothing can stop me from doing anything i want. I just have to be careful, making right choices in my life.

Tomorrow is the final exam, and I cant focus. Why can't I stay silent and read the books?
I don't expect much but I hope I can do it well

Least, the lyrics of "More Than Words" by Extreme

Saying I love you 
Is not the words I want to hear from you 
It's not that I want you 
Not to say, but if you only knew 
How easy it would be to show me how you feel 
More than words is all you have to do to make it real 
Then you wouldn't have to say that you love me 
'Cause I'd already know 

What would you do if my heart was torn in two 
More than words to show you feel 
That your love for me is real 
What would you say if I took those words away 
Then you couldn't make things new 
Just by saying I love you 

More than words 

Now that I've tried to talk to you and make you understand 
All you have to do is close your eyes 
And just reach out your hands and touch me 
Hold me close don't ever let me go 
More than words is all I ever needed you to show 
Then you wouldn't have to say that you love me 
'Cause I'd already know 

What would you do if my heart was torn in two 
More than words to show you feel 
That your love for me is real 
What would you say if I took those words away 
Then you couldn't make things new 
Just by saying I love you 

More than words

Rabu, 05 Juni 2013

it hurts (?)

I supposed to be in pain. I should cry, being angry for numerous times. But now, i don't feel anything. I'm not crying. Even though I'm a big crybaby.
Maybe because it's too painful? Or because I realize that I'm no one?
But I feel none!

One thing for sure, I regret that I sounded so fake.

Later I will watch a sad movie, or a book that has sad ending. Anything to distract me. And makes me, at least, feel something.

Sabtu, 01 Juni 2013

it's gonna be a sweet memory



Everything that happened that day were sweet. And I didn't know a lot of things could happen in just one day. Sadness, happiness, proud, excitement, etc. And one thing that made that day special. 
Hope. 
"Hoping that everything gonna be okay. Wondering if you wanted to talk to me. Trying to make your friend happy."
And if your hope came true, all you feel is glad and relieved.

But, if you getting your hopes too high, it's going to hurt so much. So damn much. It hurts but i can't do anything. I am no one in your eyes. I'm angry but what can I say? 

I'm putting on this fake smile. Hoping you will realize it all by yourself.

From now on, I'm going to keep it tight in my heart. And I won't fall. Not even a little.