Judul Buku : Supernova: Partikel
Penulis : Dee
Buku keempat dari seri “Supernova” akhirnya terbit juga. Sebelumnya Dewi Lestari telah menerbitkan Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, Akar, dan Petir. Di Partikel Dewi Lestari kembali menghadirkan gayanya yang scientific. Bisa dibilang Partikel berhasil menghidupkan 2 kelebihan karya Dewi Lestari. Dalam buku setebal 493 halaman ini, Dee berhasil memainkan emosi pembaca dengan alur yang runtut tapi rumit. Namun post-mordenisnya terasa di setiap lembarnya.
Partikel bercerita
tentang kisah seorang Zarah. Ia memiliki Firas sebagai ayah. Firas adalah pria
yang unik dan misterius. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan, botani, dan
terutama fungi telah menariknya ke dalam pengalaman yang sangat istimewa. Penelitiannya
telah menyedot seluruh jiwa dan raganya. Akhirnya Firas semakin menjauh dari
keluarganya.
Firas memiliki pandangan baru. Ia hanya percaya pada
pengetahuan yang ia dapatkan. Firas meninggalkan segala didikan Abahnya. Bahkan
agamanya. Akibatnya hubungan di dalam keluarga besar Zarah memburuk. Firas
dibenci keluarganya.
Zarah adalah penerus segala kegilaan Firas. Ia dididik
dengan sudut pandang Firas. Bahwa alamlah yang mengendalikan segalanya. Bahwa
Zarah harus mencintai alam. Zarah mengimani Firas dan segala cara pikirnya.
Dunia Zarah seakan terbalik saat Firas menghilang.
Penyelidikan oleh polisi dilakukan namun hasilnya nihil. Setiap waktu yang
Zarah miliki ia gunakan untuk mencari petunjuk. Dimana Firas berada.
Kepergian Firas membuat Zarah harus berjalan pada sistem
nilai keluarga ibunya. Zarah yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan
formal harus duduk di kelas 1 SMA. Ia ditolak di lingkungan barunya. Sampai ia bertemu Koso, anak pindahan dari
Nigeria. Koso dengan cepat menjadi sahabat Zarah. Sayangnya saat kenaikan kelas
3 Koso harus pindah ke London.
Hari-hari tanpa Koso terasa muram bagi Zarah. Ia menyelesaikan
studinya lalu melamar menjadi seorang guru les bahasa inggris. Di sela
kesibukannya Zarah terus mencari petunjuk mengenai keberadaan Firas. Salah satu
petunjuk terbesarnya adalah Bukit Jambul. Bukit kecil yang menyimpan keindahan
hutan primer, berbau mistis, dan menyimpan misteri . Zarah berusaha mengungkap
misterinya namun gagal. Ia belum siap untuk itu.
Petunjuk kembali muncul saat paket berisi kamera Nikon
dikirim ke rumah Zarah. Alamat pengirim tidak diketahui apalagi nama pengirim.
Firas pernah berjanji untuk membelikan Zarah kamera canggih saat Ia berumur
tujuh belas. Zarah tidak dapat menelusuri siapa pengirimnya.
Zarah kini mendalami fotografi. Firas mengatakan bahwa Zarah
memiliki bakat fotografi. Zarah mempercayainya. Sebuah kebetulan atau bahkan keajaiban
menjadikan Zarah seorang pemenang kontes foto majalah remaja. Hadiahnya adalah
wisata ke Tanjung Puting di Kalimantan. Zarah tidak mau kembali dan memilih
tinggal di sana.
Zarah mencintai tempat itu. Zarah memiliki anak orang utan
asuh bernama Sarah. Di sana Zarah juga terus mendalami ilmu fotografinya.
Bakatnya mempertemukannya dengan Paul. Paul adlah orang yang bisa mengorbitkan fotografer
amatir menjadi fotografer wildlife yang
handal.
Zarah dibawa terbang ke London. Ia berkeliling dunia sebagai
fotografer. Di London ia bertemu cinta pertamanya, Storm dan sahabatnya, Koso. Storm adalah fotografer
fashion yang sangat terkenal dan Koso adalah bintang dalam dunia tari.
Semua terasa sempurna sampai Zarah mendapati Koso dan Storm
menjalin hubungan. Zarah hancur. Ia pergi ke Glastonbury atas petunjuk yang
diberikan Paul. Zarah melanjutkan pencarian ayahnya. Di Glastonbury ia bertemu
dengan Pak Simon. Sahabat ayahnya. Pak Simon mempercayai keberadaan UFO. Sama
seperti Firas mempercayainya.
Zarah menjalani berbagai pengalaman yang bersinggungan
dengan UFO. Selain itu ia juga mendalami dirinya sendiri untuk menemukan
ayahnya. Segalanya Zarah lakukan untuk menemukan Firas.
Zarah harus kembali ke Bogor karena abahnya meninggal.
Sebelum ia pergi Pak Simon memberikan fotokopian jurnal Firas. Dan di akhir
jurnal itu tertulis pesan untuk Zarah yang merupakan kunci utama untuk seri
Supernova berikutnya....
Partikel memiliki
alur yang sangat menarik. Inilah yang menyebabkan pembaca tidak bosan dengan
segala pengetahuan yang dijabarkan di dalam buku ini. Semuanya dihadirkan
dengan tepat dan seimbang sehingga muncul perasaan untuk terus membaca. Namun
alur setelah Zarah mendapati perselingkuhan Storm dengan Koso terasa datar.
Zarah tidak lagi memiliki emosi yang meledak-ledak. Ia cenderung berusaha
melupakannya. Bagian akhir novel ini dipenuhi pengetahuan mengenai UFO dan kemampuan tubuh kita sebagai alat
untuk berkomunikasi dengan makhluk luar. Menurut saya, terlalu membosankan dan
sulit dimengerti.
Secara keseluruhan Partikel
adalah novel fiksi-ilmiah dengan
alur paling menarik. Alurnya membuat penasaran dan membuat kita haus
pengetahuan. Dee sangat memuaskan pembacanya kali ini.

maaf, tapi menurutku firaz tidak meninggalkan agamanya dan Sarah tidak mengimani kata-kata Firaz.
BalasHapus