Selasa, 27 November 2012

Resensi Supernova : Partikel

Judul Buku           : Supernova: Partikel
Penulis                 : Dee


Buku keempat dari seri “Supernova”  akhirnya terbit juga. Sebelumnya Dewi Lestari telah menerbitkan Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, Akar, dan Petir. Di Partikel Dewi Lestari kembali menghadirkan gayanya yang scientific. Bisa dibilang Partikel berhasil menghidupkan 2 kelebihan karya Dewi Lestari. Dalam buku setebal 493 halaman ini, Dee berhasil memainkan emosi pembaca dengan alur yang runtut tapi rumit. Namun post-mordenisnya terasa di setiap lembarnya. 

Partikel bercerita tentang kisah seorang Zarah. Ia memiliki Firas sebagai ayah. Firas adalah pria yang unik dan misterius. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan, botani, dan terutama fungi telah menariknya ke dalam pengalaman yang sangat istimewa. Penelitiannya telah menyedot seluruh jiwa dan raganya. Akhirnya Firas semakin menjauh dari keluarganya.
Firas memiliki pandangan baru. Ia hanya percaya pada pengetahuan yang ia dapatkan. Firas meninggalkan segala didikan Abahnya. Bahkan agamanya. Akibatnya hubungan di dalam keluarga besar Zarah memburuk. Firas dibenci keluarganya.

Zarah adalah penerus segala kegilaan Firas. Ia dididik dengan sudut pandang Firas. Bahwa alamlah yang mengendalikan segalanya. Bahwa Zarah harus mencintai alam. Zarah mengimani Firas dan segala cara pikirnya.
Dunia Zarah seakan terbalik saat Firas menghilang. Penyelidikan oleh polisi dilakukan namun hasilnya nihil. Setiap waktu yang Zarah miliki ia gunakan untuk mencari petunjuk. Dimana Firas berada.
Kepergian Firas membuat Zarah harus berjalan pada sistem nilai keluarga ibunya. Zarah yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan formal harus duduk di kelas 1 SMA. Ia ditolak di lingkungan barunya.  Sampai ia bertemu Koso, anak pindahan dari Nigeria. Koso dengan cepat menjadi sahabat Zarah. Sayangnya saat kenaikan kelas 3 Koso harus pindah ke London.

Hari-hari tanpa Koso terasa muram bagi Zarah. Ia menyelesaikan studinya lalu melamar menjadi seorang guru les bahasa inggris. Di sela kesibukannya Zarah terus mencari petunjuk mengenai keberadaan Firas. Salah satu petunjuk terbesarnya adalah Bukit Jambul. Bukit kecil yang menyimpan keindahan hutan primer, berbau mistis, dan menyimpan misteri . Zarah berusaha mengungkap misterinya namun gagal. Ia belum siap untuk itu.

Petunjuk kembali muncul saat paket berisi kamera Nikon dikirim ke rumah Zarah. Alamat pengirim tidak diketahui apalagi nama pengirim. Firas pernah berjanji untuk membelikan Zarah kamera canggih saat Ia berumur tujuh belas. Zarah tidak dapat menelusuri siapa pengirimnya.
Zarah kini mendalami fotografi. Firas mengatakan bahwa Zarah memiliki bakat fotografi. Zarah mempercayainya.  Sebuah kebetulan atau bahkan keajaiban menjadikan Zarah seorang pemenang kontes foto majalah remaja. Hadiahnya adalah wisata ke Tanjung Puting di Kalimantan. Zarah tidak mau kembali dan memilih tinggal di sana.

Zarah mencintai tempat itu. Zarah memiliki anak orang utan asuh bernama Sarah. Di sana Zarah juga terus mendalami ilmu fotografinya. Bakatnya mempertemukannya dengan Paul. Paul adlah orang yang bisa mengorbitkan fotografer amatir menjadi fotografer wildlife yang handal.
Zarah dibawa terbang ke London. Ia berkeliling dunia sebagai fotografer. Di London ia bertemu cinta pertamanya, Storm  dan sahabatnya, Koso. Storm adalah fotografer fashion yang sangat terkenal dan Koso adalah bintang dalam dunia tari.

Semua terasa sempurna sampai Zarah mendapati Koso dan Storm menjalin hubungan. Zarah hancur. Ia pergi ke Glastonbury atas petunjuk yang diberikan Paul. Zarah melanjutkan pencarian ayahnya. Di Glastonbury ia bertemu dengan Pak Simon. Sahabat ayahnya. Pak Simon mempercayai keberadaan UFO. Sama seperti Firas mempercayainya.

Zarah menjalani berbagai pengalaman yang bersinggungan dengan UFO. Selain itu ia juga mendalami dirinya sendiri untuk menemukan ayahnya. Segalanya Zarah lakukan untuk menemukan Firas.
Zarah harus kembali ke Bogor karena abahnya meninggal. Sebelum ia pergi Pak Simon memberikan fotokopian jurnal Firas. Dan di akhir jurnal itu tertulis pesan untuk Zarah yang merupakan kunci utama untuk seri Supernova berikutnya....

Partikel memiliki alur yang sangat menarik. Inilah yang menyebabkan pembaca tidak bosan dengan segala pengetahuan yang dijabarkan di dalam buku ini. Semuanya dihadirkan dengan tepat dan seimbang sehingga muncul perasaan untuk terus membaca. Namun alur setelah Zarah mendapati perselingkuhan Storm dengan Koso terasa datar. Zarah tidak lagi memiliki emosi yang meledak-ledak. Ia cenderung berusaha melupakannya. Bagian akhir novel ini dipenuhi pengetahuan mengenai  UFO dan kemampuan tubuh kita sebagai alat untuk berkomunikasi dengan makhluk luar. Menurut saya, terlalu membosankan dan sulit dimengerti.

Secara keseluruhan Partikel  adalah novel fiksi-ilmiah dengan alur paling menarik. Alurnya membuat penasaran dan membuat kita haus pengetahuan. Dee sangat memuaskan pembacanya kali ini.

1 komentar:

  1. maaf, tapi menurutku firaz tidak meninggalkan agamanya dan Sarah tidak mengimani kata-kata Firaz.

    BalasHapus